Upacara Adat Yogyakarta

3 Upacara Adat Yogyakarta Yang Tak Boleh Dilewatkan

3 Upacara Adat Yogyakarta
3 Upacara Adat Yogyakarta Yogyakarta, atau yang lebih sering disebut dengan singkatannya, Yogya, adalah kota yang dipenuhi dengan berbagai warisan budaya Jawa. Jadi jangan mengherankan saat Anda mengunjungi kota ini dan melihat ada berbagai upacara adat yang berlangsung di waktu-waktu spesifik. Sebagai kota yang juga menjadi tujuan wisata banyak turis lokal maupun asing, upacara adat ini juga menjadi tontonan yang sangat menarik.
Jika Anda hendak berkunjung dan melihat berbagai upacara adat di Yogyakarta, maka sebaiknya Anda lihat dulu jadwalnya. Beberapa upacara tersebut bisa berlangsung beberapa hari, sehari, ataupun hanya dilakukan di waktu malam atau siang hari saja. Sungguh sayang kalau Anda datang untuk menyaksikannya namun ternyata melewatkannya, bukan? Jadi perhatikan jadwal yang ada baik-baik.
Beberapa upacara adat di Yogya yang sangat menarik untuk Anda saksikan adalah sebagai berikut:
1.       Grebeg
Acara ini diadakan di hari-hari besar Islam, yaitu Idul Fitri (Grebeg Syawal), Maulid Nabi Muhammad SAW (Grebeg Maulid), dan Idul Adha (Grebeg Besar). Anda akan bisa melihat perarakan Gunungan berisi sesaji, yang dijaga oleh ratusan prajurit keraton, lengkap dengan atribut-atribut dan panji-panjinya. Gunungan ini diarak dari Alun-alun Utara, Malioboro, dan Pura Pakualaman.
2.      Saparan Bekakak
Dilaksanakan antara tanggal 10-20 di bulan Sapar pada kalender Jawa, tepatnya setiap Jumat. Dilakukan di Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman yang ditujukan untuk memohon perlindungan bagi warga. Sepasang boneka bekakak diarak ke Gunung Gamping dan Kiling, kemudian disembelih.
3.      Cupu Panjala
Dilakukan tiap Kliwon saat penghujung musim kemarau di Desa Mendak Girisekar, Kab.Gunungkidul. Tiga buah cupu yang dikeramatkan dan diselubungi mori akan dibuka ataupun diganti bungkusnya. Meskipun cupu ini disimpan rapat, sering ditemukan gabah, jarum, maupun motif yang dianggap akan meramalkan nasib warga.
Selain tradisi di atas, masih ada pula tradisi seperti Jamasan Kereta Pusaka, yaitu upacara untuk membersihkan berbagai benda pusaka milik kraton di bulan Suro, dan Nguras Enceh, atau mengganti gentong air di kompleks pemakaman raja di Imogiri. Belum lagi berbagai tradisi unik lain yang hanya ada di Yogyakarta. Menarik, bukan? Anda akan bisa melihat keunikan Yogya lainnya dengan mengunjungi situs Indonesia. Travel. 



WhatsApp chat