Gunakan Deterjen Ramah Lingkungan Untuk Kelangsungan Bumi

Deterjen Ramah Lingkungan
 

Kabarwaras.com – Gunakan Deterjen Ramah Lingkungan – Menggunakan bahan pembersih deterjen saat mencuci merupakan hal normal yang selalu orang-orang lakukan. Tak banyak orang yang memiliki pengetahuan bagaimana cara memilih deterjen yang baik dan benar. Memilih deterjen ramah lingkungan merupakan hal penting. Karena deterjen yang ramah lingkungan memiliki tingkat pencemaran lingkungan yang lebih minin. Namun, banyaknya merk dan jenis dari deterjen yang ada dipasaran saat ini, membuat beberapa orang merasa kebingungan saat mencari deterjen yang aman dan nyaman digunakan. Untuk mempermudah Anda memilih deterjen yang aman, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan yaitu dampak buruk dari bahan-bahan berbahaya yang ada pada deterjen yang tidak ramah lingkungan.

Sufaktan. Bahan ini merupakan bahan yang selalu digunakan oleh produsen deterjen karena cara kerjanya yang efektif saat mengangkat kotoran. Saat memilih deterjen, hal yang pertama Anda lakukan yaitu melihat komposisi pada bungkus deterjen. Meskipun sangat efektif, kandungan bahan aktif ini hanya boleh dicampurkan tidak lebih dari 1%. Bahan aktif ini sangat efektif untuk membersihkan kotoran sehingga pada penggunaan dampak buruknya dapat dirasakan baik dalam jangka waktu pendek hingga penggunaan jangka panjang. Pada waktu yang pendek, menggunakan bahan berbahaya ini saat mencuci membuat kulit tangan Anda menjadi kering dan kasar. Hal tersebut terjadi karena kelembaban alami pada kulit Anda perlahan-lahan berkurang. Selain itu, pada penggunaan jangka panjang, kulit lama kelamaan akan menipis dan menjadi sangat sensitif. Penggunaan deterjen pada kulit yang sensitif dapat mengakibatkan alergi bahkan iritasi. Sehingga tangan Anda bisa gatal-gatal bahkan melepuh. Sehingga pilihlah deterjen ramah lingkungan yang mengandung bahan ini tidak terlalu banyak.

Phosphate. Selian sufaktan, bahan aktif lainnya yang dapat di temukan pada deterjen yaitu phosphate. Anda tentu sering mendengar deterjen yang mengandung softener bukan? Nah, bahan inilah yang sering digunakan pada deterjen yang mengandung softener. Selain bisa melembutkan, daya mencuci dengan menggunakan bahan ini makin meningkat. Sehingga membuat aktivitas mencuci Anda menjadi lebih ringan. Namun, tentu saja, ada dampak buruk yang menyertai bahan ini. Salah satunya yaitu bahaya terhadap lingkungan. Karena dapat menyebabkan algae atau phytoplankton tumbuh dengan subur. Padahal secara umum, algae merupakan salah satu makanan untuk para bakteri. Sehingga makin banyak alga, bakteripun akan tumbuh dengan subur. Sehingga bahan ini akan minim ditemukan pada deterjen ramah lingkungan.

Untuk meminimalisir adanya bahaya tersebut, deterjen yang memang dirancang untuk digunakan dengan aman dan nyaman yaitu deterjen ramah lingkungan, selalu memiliki tanda peringatan yang terdapat pada bungkus deterjen tersebut. Biasanya berupa kata-kata ‘tidak boleh digunakan dengan bahan aktif lainnya’. Untuk mempermudah Anda memilih deterjen, mencuci menggunakan berbagai macam deterjen dari Rinso sangat direkomendasikan. Karena bahan aktif pada merk ini memiliki kandungan yang pada batasnya sehingga aman digunakan.




WhatsApp chat